Latest News

Tampilkan postingan dengan label Kinerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kinerja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2014

Jokowi Janji Bantu Perbaiki Rusun Milik Pelindo di Cilincing

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut puluhan warga rusun di Cilincing, Jakarta Utara, saat ia mengunjungi rusun itu, Jumat (7/2/2014).

Jokowi Janji Bantu Perbaiki Rusun Milik Pelindo di Cilincing

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi warga rumah susun di Cilincing, Jakarta Utara. Jokowi mengatakan, pemerintah Provinsi DKI akan memperbaiki fasilitas yang tidak kunjung diperbaiki oleh PT Pelindo II selaku pengelola rusun.
"Ini masalah pelayanan soalnya. Warga situ kan tanggung jawab kita," kata Jokowi seusai mengunjungi rusun itu, Jumat (7/2/2014).
Jokowi mengakui bahwa upaya membantu warga rusun itu bisa saja dituding menabrak aturan. Namun, dia menegaskan bahwa jika dia tidak berani mengambil keputusan, maka warga rusun itu tidak akan keluar dari persoalan. Ia akan mengurus komunikasi dengan PT Pelindo II.
"Yang penting jangan hanya karena masalah administrasi, kita tak bisa memperbaiki. Masalahnya sudah banyak sekali," ujarnya.
Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono menjelaskan, rusun itu dibangun PT Pelindo II pada 1998 untuk karyawannya yang tinggal di sekitar pelabuhan. Namun seiring waktu, rusun itu tidak lagi ditempati oleh karyawannya, tetapi oleh masyarakat umum.
Heru menduga, hal itulah yang membuat PT Pelindo II enggan melirik rusun tersebut. Akibatnya, sejumlah fasilitas di rusun sudah tak layak lagi karena tidak pernah dipelihara oleh pemilik rusun.
"Solusinya, ya kita bantu perbaiki. Nanti mungkin Pak Gubernur yang bakal mengomunikasikan lainnya dengan Pelindo," ujarnya.
Dalam kunjungannya ke rusun tersebut, Jokowi menerima keluhan warga di sana, mulai dari ketiadaan besi pembatas tangga, terbukanya instalasi listrik dan gas, hingga kondisi atap yang sudah tak layak. Penghuninya telah mengomunikasikan hal itu ke PT Pelindo selaku pemilik rusun. Namun, tak pernah mendapat tanggapan. Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menyelesaikan persoalan di rusun tersebut.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
Source : lipsus.kompas.com

Sabtu, 08 Februari 2014

Tingkatkan layanan, Pemprov DKI tambah 10 Puskesmas rawat inap

Selain itu, Pemprov DKI juga akan mendorong beberapa puskesmas untuk dijadikan sebagai rumah sakit.


Dokter tengah memeriksa kesehatan salah satu bayi yang baru lahir di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/2). Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta akan menambah 10 puskesmas rawat inap dan mendorong sejumlah puskesmas kecamatan dan kelurahan untuk menjadi rumah sakit (RS) tipe D.

Tingkatkan layanan, Pemprov DKI tambah 10 Puskesmas rawat inap

Selain itu, Pemprov DKI juga akan mendorong beberapa puskesmas untuk dijadikan sebagai rumah sakit.


Selain itu, Pemprov DKI juga akan mendorong beberapa puskesmas untuk dijadikan sebagai rumah sakit.

Source : merdeka.com

Jokowi kantongi hasil evaluasi lelang jabatan camat & lurah

Jokowi kantongi hasil evaluasi lelang jabatan camat & lurah

Jokowi. ?2014 Merdeka.com                                                              Reporter : Fikri Faqih | Sabtu, 8 Februari 2014 11:16

Jokowi kantongi hasil evaluasi lelang jabatan camat & lurah


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi lelang jabatan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada level Camat dan Lurah pada akhir tahun lalu. Ini dilakukan untuk mengetahui ketepatan orang yang dipilih sudah sesuai atau belum.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui hasil evaluasi yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Dan ini merupakan evaluasi tahap pertama yang dilakukan BKD.

"Evaluasi lelang jabatannya sudah ada sama saya. Nanti akan segera diumumkan oleh BKD," kata Jokowi dalam bus usai mengunjungi Rusun Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (7/2).

Ternyata, laporan hasil evaluasi lelang camat dan lurah baru dikantongi Jokowi tiga hari lalu. Laporan tersebut tidak menunjukkan adanya kejanggalan terhadap bawahannya. Bahkan, hasilnya lebih banyak yang memuaskan.

"Laporan yang masuk ke saya bagus-bagus semua kok," ujar mantan wali kota Solo ini.

Seperti diketahui, evaluasi hasil lelang lurah dan camat ini dilakukan untuk menilai seberapa efektif sistem lelang jabatan. Karena Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnamapernah menyampaikan hasil lelang jabatan 60 persen masih belum sesuai dengan kriteria yang diinginkan Jokowi.

Ini terbukti dengan kasus yang belum lama terjadi. Kejaksaan Tinggi Negara menahan Lurah Kayu Putih Rosidah Sri Buntari, dan sudah dijadikan tersangka sejak dua bulan lalu. Penahanan dilakukan karena Rosidah diduga melakukan penggelapan dana proyek pengadaan barang dan jasa pada tahun 2012. Akibat kecurangan yang dilakukan Rosidah, Pemprov DKI Jakarta mengalami kerugian sekitar Rp 600 juta.

Sebelum Rosidah, Lurah Ceger Fanda Fadly Lubis juga ditahan karena dugaan korupsi dana sebesar Rp 450 juta. Modus yang dilakukan Fanda adalah membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) fiktif.

Source : Merdeka.com

Rabu, 05 Februari 2014

Keren! Jokowi Pasang Eskalator di Terminal Bus Manggarai

Keren! Jokowi Pasang Eskalator di Terminal Bus Manggarai


Jakarta - Revitalisasi terminal bus Manggarai, Jakarta Selatan, mulai terlihat wujudnya. Terminal yang awalnya suram kini terlihat keren. Malahan terlihat ada tiga eskalator yang sudah terpasang dan hampir siap digunakan di terminal ini. 

Beberapa pekerja masih melakukan pengelasan tangga penyeberangan yang melintasi di bagian atas terminal ini. Tangga penyeberangan ini memudahkan penumpang bus untuk naik ke dalam terminal ini, Senin (3/2/2014). 

Bangunan terminal ini berwarna putih dengan tulisan 'Terminal Bus Manggarai' di bagian atasnya. Terminalnya ini juga menggunakan kaca-kaca di sebagian atap bangunannya. Lalu lintas bus di pisah menggunakan tiga jalur di bagian bawah terminal. 

Sebelumnya, Gubernur Jokowi menyatakan akan menghilangkan citra terminal sebagai sarang preman dan polusi. Menurutnya konsep terminal masa depan harus mirip dengan hotel bintang lima. Harus ada taman hijau, alur kendaraan yang tertib dan fasilitas keselamatan bagi penumpang.

"Sehingga yang nyeberang aman, busnya juga bisa mengalir dengan lancar," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (9/9/2013).

Di antara 17 terminal tersebut adalah Pulogadung, Manggarai, Kampung Rambutan dan Kalideres. Semua fasilitasnya akan diperbaiki secara bersamaan pada tahun 2014.

"Nanti semua terminal itu sama. Artinya terminalnya warna catnya sama, nampak depan juga sama, sehingga orang kalau masuk ke sebuah terminal, oh ini terminal, oh ini pasar. Oh ini sekolah. Ini yang akan kita bangun brand-nya," paparnya.




Source : news.detik.com


Selasa, 04 Februari 2014

Bupati Bogor: Cuma Pak Jokowi yang Berani Ambil Risiko

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Bupati Bogor Rachmat Yasin di tepi Telaga Saat, hulu Sungai Ciliwung, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2014) siang.

Bupati Bogor: Cuma Pak Jokowi yang Berani Ambil Risiko


Bupati Bogor Rachmat Yasin memuji langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melirik wilayah di hulu Sungai Ciliwung sebagai penanggulangan banjir di Ibu Kota. Padahal, kata dia, permasalahan banjir di Jakarta sudah teridentifikasi sejak dulu.

"Cuma gubernur-gubernur Jakarta sebelumnya enggak mau menyentuh persoalan dasarnya. Nah, datanglah Pak Jokowi yang mau ambil risikonya," ujarnya saat memberi sambutan acara penanaman pohon di hulu Sungai Ciliwung, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2014). 

"Risikonya apa? Ya, kalau mau urusi banjir Jakarta, ya, harusnya urusi juga daerah-daerah hulu dan penyangga. Cuma Pak Jokowi yang mau ambil risiko ini," tuturnya. 

Yasin mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta kepemimpinan Jokowi telah membantu Pemkab Bogor memperbaiki kualitas daerah aliran sungai hulu. Yasin mengakui, buruknya wilayah hulu memperparah banjir di Jakarta setiap tahun. 

Beberapa langkah yang telah ditempuh adalah memberikan dana kepada Pemkab Bogor untuk membantu membongkar vila-vila yang melanggar, membantu penanaman pohon, membantu pembebasan lahan untuk dua waduk, yakni Waduk Mega Mendung (sebelumnya dikenal Waduk Ciawi) dan Waduk Sukamahi, dan memberikan bantuan peralatan normalisasi. 

"Tinggal kita melaksanakan program kultural, yaitu tidak boleh menghuni bantaran Ciliwung, tidak boleh buang sampah dan warga Bogor juga harus sadar, Ciliwung terkait dengan warga yang ada di hilir. Kita sudah sosialisasikan hal itu," ujar Yasin. 

Menanggapi itu, Jokowi hanya sedikit berkomentar. Menurut dia, segala persoalan sudah jelas akarnya, jalan solusinya pun sudah dipetakan. Kini, dia pun tinggal memupuk keberanian untuk mengeksekusi program itu. "Mari kita bekerja saja," tambah Jokowi.

Source : megapolitan.kompas.com

Senin, 18 November 2013

Basuki dan Wali Kota Beijing Bahas Sampah dan Banjir

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berbicara dalam dialog yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), di ruang rapat Sekretariat FKUB, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2012).

Basuki dan Wali Kota Beijing Bahas Sampah dan Banjir

 Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan Wali Kota Beijing Cheng Hong di Balaikota Jakarta, Selasa (27/11/2012). Dalam pertemuan itu, keduanya antara lain membahas soal persampahan dan banjir.
Cheng Hong tiba di Balaikota Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB bersama rombongan delegasinya. Tak lama kemudian, dengan menggunakan pakaian dinas, Basuki turun dari ruangannya menuju lobi Balai Agung untuk menemui tamunya. Pertemuan digelar secara tertutup.
Setelah pertemuan itu, Basuki menjelaskan kepada wartawan bahwa pertemuan itu hanya diisi dengan perbincangan ringan. Mereka antara lain bertukar cerita mengenai permasalahan sampah, banjir, air bersih, dan energi listrik. "Biasa saja, Wali Kota (Beijing) datang, ya kita sambut. Cuma ngobrol ringan saja," kata Basuki.
Basuki pernah menyampaikan ide penanganan sampah di sungai-sungai Jakarta dengan memanfaatkanbakteri pengurai. Teknologi sendiri ditawarkan oleh sebuah perusahaan China, yang telah menerapkannya sejak tahun 2008.
Selain membicarakan hal-hal di atas, kata Basuki, Cheng Hong juga mengundang Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam event tahunan Kota Beijing. Acara tersebut semacam Jakarta Fair untuk Kota Beijing dan rencananya akan digelar pada Mei 2013.
Pertemuan keduanya berlangsung sekitar satu jam dan saat ini telah selesai. Cheng Hong bertolak meninggalkan Balaikota dan Basuki kembali ke ruang kerja untuk melanjutkan aktivitasnya.
Editor : Laksono Hari W
Source : lipsus.kompas.com

Sabtu, 16 November 2013

SEJARAH PEMIKIRAN REVOLUSI EKONOMI



SEJARAH PEMIKIRAN REVOLUSI EKONOMI

Pemerintahan yang BAGUS memprodus kesejatheraan rakyatnya dalam jumlah besar, ribuan, jutaan.
Pemerintahan yang JELEK memperkaya diri seseorang walau dengan cara yang tidak Mulia, tdk ber Ahklak dan bermoral, KORUPSI.

PANDANGAN EKONOMI DEMI KEMAKMURAN RAKYAT INDONESIA

Empat Paket Kebijakan REZIM SBY & BOEDIONO
Menyikapi penurunan nilai rupiah, Pemerintah telah mengeluarkan 4 paket kebijakan baru al;

o Pertama: memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan mendorong ekspor dan keringanan pajak kepada industri tertentu. 
o Kedua: menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah memastikan defisit APBN-2013 tetap sebesar 2,38% dan pembiayaan aman. 
o Ketiga: menjaga daya beli. 
o Keempat: mempercepat investasi.

Kebijakan ekonomi yang bertumpu pada peningkatan pertumbuhan ala kapitalis sebenarnya juga telah gagal memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Terbukti, walaupun Indonesia pernah mengalami laju pertumbuhan ekonomi yang luar biasa?bahkan IMF dan Bank Dunia sempat memuji dengan menganggap calon macan Asia dan diramalkan bakal memindahkan arus ekonomi di Eropa ke Asian Tenggara, dengan pertumbuhan pada tahun 1996 sebesar 6%?hasilnya jauh dari harapan. Rakyat miskin tiap tahun terus bertambah di tengah pertumbuhan ekonomi yang selalu tinggi.

Kebijakan Pemerintah menjaga daya beli juga sulit diwujudkan. Pasalnya, banyak kebijakan Pemerintah justru mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakt seperti menaikan BBM, TDL dll. Adapun peningkatan investasi yang selama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, faktanya lebih banyak merugikan dan menyengsarakan rakyat. Pasalnya, investasi asing pada hakikatnya adalah kedok baru bagi imperialisme di bidang ekonomi.

Ekonomi Kapitalis: Biang Krisis

Wapres Boediono menyatakan, ?Jangan sebut rupiah melemah, tetapi dolar menguat.? Pernyataan ini sebenarnya bisa menyesatkan seolah-olah melemahnya nilai rupiah bukan akibat kebijakan ekonomi Indonesia. Padahal melemahnya nilai rupiah sebagai awal krisis moneter ini disebabkan oleh kebijakan ekonomi yang makin liberal. Bahkan kebijakan ekonomi Indonesia lebih liberal dibandingkan dengan negara kapitalis sekalipun.

Sistem ekonomi kapitalis ini dirancang sedemikian rupa oleh egara-negara Barat dengan tujuan untuk mempertahankan hegemoninya terhadap negara-negara berkembang. Di antara prinsip dan pola sistem kapitalis yang menyebabkan terjadinya krisis ini adalah: sistem perbankan dengan suku bunga Deposito tinggi 14% mengharapkan pinjaman dari Masyarakat yang akan mendepositokan Uang akan berbahaya jika dalam jangka waktu pendek; berkembangnya sektor non riil; utang luar negeri yang menjadi tumpuan pembiayaan pembangunan; penggunaan sistem moneter yang tidak disandarkan pada emas dan perak; dan liberalisasi atau swastanisasi sumberdaya alam.


Praktik ribawi, sejak masa Yunani Kuno, sebenarnya tidak disukai dan dikecam habis-habisan. Aristoteles mengutuk sistem pembungaan ini dengan mengatakan riba sebagai ayam betina yang mandul dan tidak bisa bertelur. Begitu juga ekonom modern, J.M. Keyness, mengkritik habis-habisan teori klasik mengenai bunga uang ini. Keynes beranggapan, perkembangan modal tertahan oleh adanya suku bunga uang.

Pelemahan nilai tukar juga dipicu oleh naiknya impor BBM yang dilakukan oleh Pertamina, untuk mengantipasi kebutuhan tutup tahun yg meningkat tajam. Impor BBM yang besar membuat neraca perdagangan defisit dan menekan kebutuhan valuta asing dalam negeri. Disamping itu pun angka impor kita terus meningkat al; Import Mobil Murah 40.000 Unit dan Import Daging 75.000 ekor menjelang tutup tahun 2013, dan juga buah buah, dan keperluan furniture, spare part, Mesin, dan bahan bahan Konstuksi hampir semua kebutuhan pokok harus diimpor. 

Adanya kondisi kebutuhan valas mulai meningkat, namun dari sisi keuangan pasokan valas di pasar domestik tidak terlalu banyak. Hal ini menyebabkan para investor mulai mengurangi investasi ke Indonesia. 
Hukum yang lemah, banyak DEMO, terutama DEMO BURUH meresahkan Perusahaan Asing yang bergerak di Indonesia, Sedangkan dari sisi investasi, penurunan impor barang modal ternyata juga masih memberikan tekanan pada nilai tukar karena neraca perdagangan masih defisit. Penurunan impor barang modal menunjukkan melambatnya investasi.

JOKOWI & AHOK MENEKAN INFLASI SERTA PROGRAM TRANSFORMASI JKT BARU KHUSUS NYA MEMBANTU PEMERINTAH RI UMUMNYA.

Pada akhir tahun diperkirakan Bis angkutan massal sejumlah 650 buah akan di Operasikan, akan menghemat bahan bakar. Dengan tersedia transportasi Massal akan diberlakukan GANJIL & GENAP Plat mobil. Maka diperkirakan pemakain bahan bakar akan berkurang banyak.

USAHA USAHA JOKOWI & AHOK MENEKAN LAJU INFLASI DKI JAKARTA

Selama 1 th Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama mewujudkan tindakan dan membongkar korupsi di Pemprov DKI. Hasilnya, sembilan PNS sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan.

KEJAKSAAN AGUNG MEMERIKSA PNS YANG KORUPSI

Untuk diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Kepala Dinas Kebersihan Pemprov DKI Eko Bharuna (EB) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mobil toilet VVIP besar dan kecil di Dinas Kebersihan Pemprov DKI tahun 2009. Penetapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan No:print 79s/d 81/F.2/Fd.1/06/2013, tanggal 28 Juni 2013. Kasus itu diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar tersebut.

Kejagung juga telah menetapkan mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas kebersihan Provinsi DKI Lubis Latief (LL) selaku Kuasa Pengguna Anggaran, dan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Aryadi (A) sebagai tersangka.

Kemudian, pada 13 September 2013, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menetapkan MM sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran proyek kelistrikan di Kepulauan Seribu tahun 2012 senilai Rp 1,3 miliar. MM menjabat Kepala Unit Pengelola Kelistrikan Kabupaten Kepulaun Seribu saat itu. Pada hari yang sama, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menetapkan SBR sebagai tersangka kasus yang sama. SBR adalah Kepala Seksi Perawatan UPT Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pada 11 Oktober 2013, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menetapkan Lurah Ceger berinisial FFL sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran kasus pembuatan laporan pertanggungjawaban fiktif tahun 2012 senilai Rp 454 juta. Di hari yang sama, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menetapkan Bendahara Lurah Ceger ZA sebagai tersangka kasus yang sama. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FFL dan ZA langsung ditahan.

Selanjutnya, pada pekan ini, setidaknya ada tiga pejabat struktural Pemprov DKI Jakarta yang terjerat kasus penyalahgunaan anggaran. Mereka adalah Kepala Suku Dinas Tata Ruang Jakarta Selatan, RS yang menjadi tersangka kasus korupsi perizinan. Kasudin Kominfomas Jakarta Pusat RB dan Kasudin Kominfomas Jakarta Selatan YI yang menjadi tersangka karena penyalahgunaan anggaran proyek pengadaan kamera pengawas dan sarana pendukungnya di Monumen Nasional oleh Kejari Jakarta Pusat.

Untuk kasus RS, RS diduga korupsi biaya pengurusan izin-izin yang besarannya tidak sesuai dengan tarif resmi yang telah ditetapkan. RS diduga telah menerima uang pengurusan dengan besaran bervariasi antara Rp 225-700 juta setiap perizinan. RS diduga telah melakukan tindak pidana korupsi mencapai Rp 1,89 miliar.

Saat melakukan tindak korupsi tersebut, RS belum menjabat sebagai Kasudin Tata Ruang Jaksel, melainkan saat menjabat sebagai Kasie Tata Ruang Kecamatan Tebet dan Staf Tata Usaha Suku Dinas Tata Ruang.

Sementara itu RB dan YI diduga telah menyalahgunakan anggaran CCTV Monas senilai Rp 1,7 miliar pada tahun 2010. pada tahun 2010. Saat itu, YI menjabat sebagai sebagai Kasudin Kominfomas Jakarta Pusat, yang kini ditempati oleh tersangka RB. Sedangkan, RB menjabat sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Our HERO

____________ JOKOWI & AHOK

Phase 59

JOKOWI & AHOK serta Team Building dan seluruh Rakyat Indonesia mencari Figur Pimpinan yang Amanah InsyaAllah, Indonesia sudah menemukan JOKOWI & AHOK akan dipimpin oleh anak bangsa Indonesia yang amanah. Dan pemuda itu akan muncul dalam figur sederhana tetapi dalam benaknya terbenam milyaran ide untuk membangun bangsanya.

We pray our next President 2014 is

JOKOWI

SAFE INDONESIA

GODBLESS INDONESIA

Source : https://www.facebook.com/groups/Jokowi.Indonesiabaru/permalink/212269805622990/

Minggu, 09 Desember 2012

Kita Harus Berani Merombak Sistem

Jokowi Kita Harus Berani Merombak Sistem
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membeberkan siasatnya dalam memerangi praktik korupsi. Menurut dia, dua hal fundamental yang harus dilakukan untuk menekan korupsi, yakni membenahi sistem dan sumber daya manusia sebagai eksekutor di lapangan.

Saat menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Monas, Jakarta, Minggu (9/12/2012), Jokowi menyampaikan, segala sistem yang memungkinkan terjadinya korupsi harus dibenahi. Kalau dipandang perlu, sistem bisa dirombak demi menutup celah yang mendorong seseorang melakukan korupsi.

"Kita harus punya keberanian merombak sistem agar lebih baik. Kalau belum ada, ya, dibangun. Kalau sudah ada tetapi buruk, ya, dibenahi," kata Jokowi.

Salah satu sistem yang kerap disampaikannya dalam sejumlah kesempatan adalah membangun transparansi. Misalnya, ia pernah berjanji untuk membuka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui pamflet atau poster yang ditempel di tiap kelurahan, kecamatan, dan kerumunan warga.

Ia juga pernah menyampaikan membenahi sitem pembayaran dan pengelolaan pajak secara online. Tujuannya, untuk melibatkan semua pihak dalam hal pengawasan kebijakan. "Ini dibuka supaya ada transparansi dan keterbukaan. Nantinya hal ini akan memaksa birokrasi kita menuju sebuah kejujuran," ujarnya.


Jokowi Kunjungi Jembatan Reot Depok

Jokowi Kunjungi Jembatan Reot Depok
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Sabtu (8/12/2012), mengunjungi jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Bambon, Kecamatan Srengseng Sawah dan Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Jembatan ini bersebelahan dengan pabrik tahu yang meledak, Selasa (27/11/2012) lalu.

Jokowi hadir setelah mendapat laporan adanya jembatan reot yang setiap hari selalu digunakan warga untuk menyeberangi Kali Ciliwung. Di bawah rintik hujan, Jokowi memberanikan diri menyeberangi jembatan tersebut. "Ngeri juga. Apalagi pas hujan. Saya nggak bisa membayangkan kalau anak-anak (yang lewat)," kata Jokowi yang datang mengenakan kemeja putih andalannya.

Jembatan reot itu memiliki panjang sekitar 100 meter dan lebar 100 cm. Setiap hari, jembatan ini paling sering digunakan anak-anak sekolah dasar yang bersekolah di SD Negeri 15 Pagi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. "Kebanyakan yang menggunakan anak-anak seberang (yang tinggal di Kelapa Dua). Kalau lewat sini kan cepat dan tidak perlu ongkos," kata Wati, warga Kampung Bambon.

Sela, siswa kelas 5 SD Negeri 15 Pagi mengatakan, setiap hari pukul 06.00, dirinya selalu memanfaatkan jembatan ini menuju sekolahnya. Jika tidak, maka dia harus naik mikrolet dengan waktu tempuh lebih lama karena macet. Jembatan yang sudah berusia sekitar 30 tahun ini, menurut warga, tidak pernah mendapat tindakan apa pun dari Pemerintah Provinsi DKI. Kedatangan Jokowi ke lokasi memberi harapan kepada warga agar jembatan tua tersebut segera direnovasi.


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi jembatan gantung tua yang menghubungkan Kampung Bambon, Kecamatan Srengseng Sawah dan Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/12/2012). Ia tidak mau mempersoalkan apakah jembatan ini masuk wilayah Depok atau Jakarta. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah keselamatan para pengguna jembatan. "Jangan ngomong wilayah. Prinsip kita mau menjaga keselamatan warga," tegas Jokowi.

Sementara itu, menurut warga, seharusnya yang memberi perhatian atas kondisi jembatan itu adalah Pemerintah Kota Depok. Mengingat yang paling banyak memanfaatkan jembatan adalah warga Depok yang tinggal di seberang Srengseng Sawah. "Paling banyak (yang menggunakan jembatan) anak-anak SD yang tinggal di Kelapa Dua. Kan sekolahnya ada di tempat kita. Mereka bisa lebih cepat ke sekolah dan tidak keluar ongkos," kata Wati, warga Kampung Bambon kepada Kompas.com.

Sekolah yang dimaksud oleh Wati adalah SD Negeri 15 Pagi, Srengseng Sawah yang letaknya sekitar 200 meter dari jembatan. Selain siswa, jembatan juga biasa digunakan warga untuk mengunjungi sanak-saudara yang tinggal berdekatan. Warga mengapresiasi keputusan Jokowi yang datang ke lokasi secara tiba-tiba. Warga mengaku terkejut melihat kedatangan Jokowi yang hadir tanpa pengawalan.

"Tadi cuma dua orang yang duduk-duduk di sini. Kita lihat ada mobil bagus yang parkir. Begitu pintu terbuka, ternyata yang keluar Pak Jokowi," kata Tetet, warga Kampung Bambon. Dalam kunjungannya, Jokowi juga beramah-tamah dengan warga Kampung Bambon di sebuah pondok kecil yang biasa menjadi tempat warga berkumpul. Jokowi juga menyerahkan bantuan Rp 20 juta kepada Ketua RT 11 Srengseng Sawah.


Musibah meledaknya pabrik tahu di Srengseng Sawah beberapa waktu lalu ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga Kampung Bambon, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Paling tidak, akibat gencarnya pemberitaan media atas musibah tersebut, Gubernur DKI Joko Widodo pun akhirnya mendapat laporan di luar masalah ledakan pabrik tahu, yaitu terkait adanya jembatan tua yang selalu digunakan warga untuk menyeberang kali.

Jembatan tersebut berada persis di sebelah pabrik tahu yang meledak Selasa (27/11/2012) lalu. Warga menyebut jembatan ini dengan "jembatan gantung". Jembatan ini dibangun tahun 1982 secara swadaya. Sebelum jembatan dibangun, warga yang ingin ke Kelapa Dua maupun ke Srengseng Sawah terbiasa menggunakan rakit.

Di usianya yang ke-30 tahun, jembatan yang terbuat dari bambu tersebut keropos. Tali yang mengikat jembatan ke pohon-pohon juga terlihat sudah menjuntai longgar. Apalagi di musim hujan, air membuat Kali Ciliwung pasang sehingga membahayakan keselamatan pengguna jembatan. "Dulu tahun 2007 jembatan ini tidak bisa digunakan karena banjir. Jembatan sampai miring karena banjir membuat bambu lapuk," kata Husin, warga Depok yang tinggal di seberang jembatan.

Selama 30 tahun tersebut, tidak pernah ada perhatian dari pemerintah provinsi. Juga tidak satu pun pejabat tingkat kecamatan dan kelurahan yang berkunjung ke lokasi. Hingga musibah meledaknya pabrik tahu yang menyebabkan satu orang tewas, membuat jembatan reot ini terekspos ke publik. Banyak orang baru tahu bahwa sehari-hari warga Srengseng Sawah dan Kelapa Dua memanfaatkan jembatan tua ini untuk beraktivitas. "Baru Pak Jokowi yang ke sini, Mas. Itu saja bikin kami kaget karena tidak ada yang tahu dia mau ke sini. Jadi tidak ada persiapan apa-apa," kata Wati kepada Kompas.com, Sabtu (8/12/2012) siang.

Jokowi juga berjanji kepada warga untuk datang lagi ke lokasi satu bulan kemudian untuk melihat kemajuan pembangunan jembatan. Pada kesempatan itu, Jokowi menyerahkan bantuan tunai Rp 20 juta kepada Bunyamin, Ketua RT 11 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. - http://megapolitan.kompas.com/